Skip to main content

Reasons Why You Should Visit West Kalimantan

West Kalimantan is very rich with natural resource and human resource, especially the cultural resource. But most of this resources is less known by the outsiders, so the potency still not yet developed to promote the region. This is including the potency is tourism sector. Thats why, here we will tell you some reason why you should go to West Kalimantan, so you can enjoy the uniqueness of this region.

Meet Dayakness People

Generous people of Kalimantan
Dayakness People of Ensaid Panjang
Dayakness people are the native tribe of Kalimantan and Borneo, at least 200 sub-tribe of Dayak live in Kalimantan. What makes Dayakness people interesting is their traditional way of life, though there was some of them live in modern way. Their generous attitude for outsiders. With so many sub-tribe, Dayakness also has very rich cultural activity like traditional dance, architecture, and food. If you want to see Dayakness people practising their traditional life, you can visit Ensaid Panjang in Sintang, in Ensaid Panjang you can see and stay in a house that has 130 meters length.

Chiness New Year

Chiness New Year Celebration in Singkawang
Imlek and Cap Go Meh in Singkawang
Chiness people has live for hundreds year in West Kalimantan, their tradition has been condisidered as part of West Kalimantan tradition. Every year in fabruary, Chiness people in West Kalimantan celebrate their new year which called as Imlek. At this celebration, we can enjoy many attraction from chiness ancient tradition like, Tatung, Dragon Dance and Barongsai. 15 days after Imlek, the celebration continued with cap go meh, the dragon puppet which played in that 15 days will be burnt.

Gunung Palung Nasional Park

Gunung Palung National Park located at Sukadana, The park has high diversity of habitat types, from mangrove and freshwater swamp forest, to lowland alluvial (empran bench) forest, to montane forest. This area also has high diversity of wildlife. It is one of only one of few parks in the world where orangutans can be seen in the wild.

Danau Sentarum National Park

Danau Sentarum or Sentarum Lake is a lake complex dominated by peat swamp forest. Danau Sentarum National Park located at Kapuas Hulu Regency, is a national park protecting one of the world's most biodiverse lake systems, this national park located in the heart of Kalimantan Island. This lake is the main habitat for Arwana (Scleropages formosus).

Orang Utan

Orang Utan can be Find in Gunung Palung National Park (Flickr/ Victor Uljin)
There is only two place where you can see Orang Utan in wild, Sumatra and Kalimantan/Borneo, this species is the biggest monkey in Asian region. Actually orang utan in Sumatra is different with orang utan from Kalimantan., orang utan in Kalimantan is smaller than their realtive in Sumatra. You can find Orang Utan in Gunung Palung National Park.

Proboscis Monkey

Proboscis Monkey - Endemic of Kalimantan (Flickr/TravellingLouise)
Proboscis monkey is  a very rare monkey because it is an endemic monkey in Kalimantan/Borneo. It has big nose and blonde hair, so native people call it as "Kera Belanda" (Holland Monkey). This monkey can find out at Gunung Palung National Park, Kendawangan and Paloh District of Sambas Regency.

See Culmination at Equator Monument

Equator Monument - Place to See Culmination Moment
Culmination is a an event when sun position is right above the equator line in Pontianak City. Culmination occur two times a year, 21-23 March at 11.50, and 21-23 September at 11.38 at Equator Monument, Pontianak. When culmination occure, all things near the Equator Monument will loose it shadow.

Kapuas River

Longest River in West Kalimantan - Pontianak
Kapuas - The Longest River in Indonesia
Kapuas River is the longest river in Indonesia, it has 1400 km length. This river is a habibat for many kind fish which are endemic in Kalimantan. This river is very important and many people in West Kalimantan depending on it. It is source of fresh water and fish, and people still use it for bathing and washing.

Kelam Hill

Second Biggest Stone in The World
Kelam Hill - Second Biggest Stone in The World
Kelam Hill is the 2nd biggest stone in the world. It has 900 meter high and nice view from the bottom or the top. This hill is habitat for Nepenthes clipeata which are endemic species of West Kalimantan and only can find on Kelam Hill.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Submit Artikel di Vivalog agar di Approve

Sudah bebeberapa artikel saya submit di vivalog , sudah beberapa kali malah, tapi tidak satu pun yang masuk dan di publish di sana. Rasanya agak frustasi juga (yang ringan saja), karena agak bertanya-tanya apa yang salah dari artikel saya. Saya pun mencari-cari apa yang salah dengan artikel yang saya submit di beberapa blog melalui google. Akhirnya karena tidak juga menemukan jawaban yang memuaskan saya melepas i-frame dari vivalog karena merasa ada ketidakadilan. Sementara saya memasang frame di blog saya, vivalog tidak menerima satupun artikel yang saya submit. Kemarin, saya mencoba kembali submit artikel di vivalog , Alhamdulillah, saya sangat bersyukur ternyata kali kemarin artikel saya bisa di approve dan di publish di vivalog. Bahkan langsung menjadi salah satu artikel populer, dan seperti penjelasan di banyak blog lainnya, visitor saya langsung meroket hingga sepuluh kali lipat. Rasanya jadi terbayar sekali saya membuat atau menyadur artikel di blog saya . Saya kemu...

Pantaskah Aku disebut Sebagai Seorang Blogger?

Beberapa hari yang lalu saya menemukan satu bacaan yang menarik di Kompasiana, tentang dunia perbloggeran yang agak menggelitik dan bikin gelisah (geli-geli bas... ah sudahlah). Pernyataannya adalah sebagai berikut: Begitu mudah kita menempelkan suatu profesi hanya karena melakukan satu dua pekerjaan saja. Menyebut diri blogger hanya karena punya blog (padahal tidak update juga), bla bla bla.... Pernyataan diatas bisa dilihat dalam kolom Dari Redaksi yang ditulis oleh Pemred Femina. Bagaimana menurut rekan-rekan? Adakah perasaan tergelitik... atau tersinggung? Tapi tunggu dulu, pernyataan sang Pemred tersebut masih ada kelanjutannya, berikut potongan lainnya... “Mungkin ini urusan pribadi, namun di ranah profesional hal ini sulit dibenarkan. Penghargaan terhadap mereka yang betul-betul berprofesi itu menjadi terabaikan. Apalagi ketika mereka kalah ‘pamor’ dengan para wannabe ini yang populer di ranah maya”. Gimana? Ada yang tersenggol? Pernyataan di atas saya ketahui dari blog K...

Refreshing dan Camping di Bukit Wangkang, Kubu Raya

Camping bagi saya sendiri seperti sebuah tombol refresh dari kehidupan sehari-hari dengan berbagai kesibukannya. Namun tentu saja kegiatan ini akan asik sekali kalau dilakukan beramai-ramai, untuk saya yang menurut beberapa test termasuk orang yang ekstrovert. Alhamdulillah kesempatan untuk camping ramai-ramai itu datang juga, saat sedang ngumpul di sekretariat Mapala, salah satu anggota yang sedang ngumpul memberitahukan bahwa mereka berencana untuk camping di bukit Wangkang yang terletak di Kabupaten Kubu Raya. Bukit yang baru beberapa bulan belakangan saya dengar namanya, dan memang ingin juga saya mengunjunginya. Baca juga: 8 Alasan Ilmiah Kenapa Anda Harus Lebih Banyak Berkegiatan di Alam Bebas Ramai-ramai di Batu sekitar Puncak Bukit Wangkang Singkat cerita, sabtu tanggal 28 Mei 2016 kemarin kami berangkat menuju Bukit Wangkang. Rencana awal untuk berangkat pukul 9 tertunda hingga beberapa jam. Sekitar pukul 13.30 kami berangkat dari sekretariat, awan hitam menggantung di...