Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Pontianak

Pameran Taman Nasional Danau Sentarum, Mall Ayani Pontianak

Ada banyak tempat indah di dunia ini, salah satu yang sangat ingin saya kunjungi adalah danau yang cukup di kenal di seluruh dunia karena keunikan ekosistemnya, Danau Sentarum. Alhamdulillah sampai saat ini saya belum mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi danau tersebut, namun meskipun belum sempat mengunjunginya, Alhamdulillah saya sempat mengunjungi pameran tentang danau unik tersebut di salah tau pusat perbelanjaan di Kota Pontianak. Saya mengetahui adanya kegiatan pameran ini dari salah satu grup facebook yang menjadi salah satu media informasi tentang program-program kehutanan masyarakat. Pameran ini diinisiasi oleh Balai Taman Nasional Danau Sentarum dan melibatkan rekananannya yaitu PRCF Indonesia, WWF, Riak Bumi, Canopy Indonesia, YKJK, dan APPDS. Karena memang tertarik dengan danau tersebut, maka saya sempatkan untuk melihatnya. Bersama dinda, sore kemarin saya mendatangi pameran tersebut di mall Ayani Pontianak. Galeri Foto Pameran Taman Nasional Danau Sentarum (Kred...

Dentuman Meriam Malam Takbiran di Tepian Sungai Kapuas

Idul Fitri, rasanya tidak ada hari yang lebih meriah dalam satu tahun daripada perayaan yang satu ini. Dan kemeriahan itu akan jauh lebih meriah jika saya rayakan bersama keluarga di kampung halaman yang memiliki budaya perayaan Idul Fitri yang luar biasa, yaitu Pontianak. Mengapa luar biasa? Karena kota ini punya tradisi yang setahu saya hanya di miliki oleh kota ini saja, tradisi tersebut adalah Meriam Karbit. Setiap menjelang Idul Fitri, puluhan meriam karbit yang dibuat dari kayu dijejerkan di tepian sungai kapuas secara berkelompok. Satu kelompok kira-kira terdiri dari 4-7 meriam, terbuat dari kayu-kayu bulat yang di keruk bagian dalamnya hingga membentuk rongga seperti meriam yang perang. Beberapa malam menjelang Idul Fitri, meriam-meriam tersebut akan dimainkan untuk menyambut dan meramaikan satu dari dua hari raya umat Islam tersebut. Suaranya yang menggelegar dan dinyalakan secara bergantian akan menggetarkan  udara kota Pontianak dan puncaknya adalah pada malam takbi...

Menyesap Kopi Susu Cafe Corner Gajah Mada Pontianak

Suatu malam, sekelompok pemuda bermotor menuju pusat kota Khatulistiwa yang menurut sebagian warganya -Tionghoa- adalah kawasan Ekor Naga. Sekelompok pemuda itu bukan genk Motor, bukan juga club motor dengan jaket atau kaos seragam. Gerombolan pemuda yang berstatus mahasiswa tersebut kemudian berhenti di sebuah warung kopi, bukan... cafe. Salah satu personil dari gerombolan tersebut adalah saya, saya yang awam dengan kehidupan malam tidak jauh dari jantung kota panas ini. Kami memesan kopi , minum, bicara serius, bicara "omong kosong", dan tertawa. Bagi saya saat itu, warung kopi adalah warung kopi, tempat ngopi, titik. Saya datang saat ingin nongkrong dengan teman-teman yang memang "klik" dengan saya. Mereka adalah teman-teman yang biasa menjadi rekan saat ngopi di bawah bintang malam Langit Khatulistiwa, di depan kayu yang termakan api, hingga embun hinggap di daun-daun rimba tropis Kalimantan, dan berkumpul menjadi tetes-tetes menunggu jatuh dari daun. Dan ...

Tentang Tugu Khatulistiwa Pontianak

Kata orang, kalau datang ke Pontianak tapi belum ke Tugu Khatulistiwa, maka anda dianggap belum datang ke kota yang hot ini. Karena inilah monumen paling terkenal di Indonesia setelah Monumen Nasional, versi saya. Yang tadi itu kalau orang jauh yang datang, nah kalau orang lahir di Pontianak tapi belum pernah ke Tugu Khatulistiwa ? Bagaimana itu? Apakah boleh kita katakan yang bersangkutan belum lahir di Pontianak??? Itulah yang saya alami selama 26 tahun saya tinggal di Kota Pontianak, ternyata saya belum diakui lahir di Pontianak karena belum pernah ke tugu khatulistiwa. Baru pada tahun 2011 M yang lalu saya berhasil melihat wujud asli Tugu Khatulistiwa yang berbentuk seekor rubah.. eh... wujud aslinya yang ternyata lebih kecil. Ya pemirsa, selama dua puluh enam tahun saya telah tertipu. Ternyata yang saya lihat setiap kali lewat di jalan Khatulistiwa, bukanlah tugu Khatulistiwa yang asli. Tugu Khatulistiwa yang asli ada di bawah replikanya yang lebih besar di atasnya, dan sung...