Skip to main content

Posts

Long House of Dipanimpan Bolong Nanga Nyabau, Heart of Borneo

The Nanga Nyabau Village Nanga Nyabau is one of the villages in Kapuas Hulu Regency, precisely in Embaloh Hulu district. It does’nt take a long time to visit this village from Putussibau*. Nanga Nyabau can be achieved in about 1 hour road trip. I have been to this village several times, but not with special intentions for traveling or backpacking. My arrival to this village was only to take my co-workers in the village of Nanga Lauk. Why go to Nanga Nyabau village? Its because the most plausible path to the village of Nanga Lauk is the river route starting from Nanga Nyabau downstream of the Palin River. After several visits, I learned that Nanga Nyabau Village has a betang house (long house) that has been designated as a cultural heritage object. While waiting for the boat pickup from Nanga Lauk, we visited the betang house in Nanga Lauk village on the advice of Rio. From where the car was parked, me, the nicke, elin, and aloy, walked across the suspension bridge that are very com...

Berburu Foto Serangga

Serangga memiliki jumlah dan jenis tertinggi diantara semua organisme makroskopis yang dapat di temukan di permukaan bumi ini. Jika kita ingin mengeksplorasi dan mengabadikan serangga, kita tidak akan kehabisan objek meskipun setiap saat kita memotret mereka. Namun terkadang tidak mudah untuk menemukan mereka di lapangan, jika kamu ingin berburu gambar mereka yang menawan, ada baiknya kamu tahu caranya. Berikut adalah sedikit dari cara-cara tersebut. Pertama, perhatikan  musim  yang sedang berlangsung.  Ini tidak hanya terkait dengan musim seperti yang berlaku di negara subtropis, di negara tropis-pun kita harus memperhatikannya. Karena sebagian serangga juga punya musim kapan mereka keluar dari sarangnya atau kapan mereka berubah menjadi dewasa dan terlihat oleh kita. Tapi kalau di Indonesia mungkin lebih banyak yang dapat kita temukan setiap waktu. Kedua, perhatikan kondisi  cuaca  terkini Jangan berkeras untuk hunting pada saat sedang hujan, selain beres...

Review Spider-Man: Homecoming

Semua penggemar Marvel dan Spiderman di Indonesia pasti sudah menantikan hari ini, hari dimana Spiderman: Homecoming akan diputar di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Menilik ke boot sebelumnya dengan Tobey Maguire dan Andrew Garfield, rasanya inilah boot Spiderman yang paling menarik, point utamanya adalah bergabungnya Peter Parker dengan Marvel Cinematic Universe. "Spider-Man: Homecoming" benar-benar seperti sebuah reuni, membawa karakter superhero yang hak-hak filmnya dibeli oleh Sony kembali ke Marvel Cinematic Universe. Dengan cara yang sangat halus dan pintar, mulai dari cerita yang kecil, Marvel mencoba memasukkan Spidey ke Marvel Cinematic Universe dengan Spiderman: Homecoming.Tidak diragukan lagi, hasilnya sangat menarik dan sangat menghibur, Spiderman: Homecoming sangat memainkan aspek komedi. Jika  menilik ke buku komiknya, Spider-Man selalu menekankan gagasan tentang Peter Parker sebagai seseorang yang dikenal oleh pembaca sebagai seorang ilmuwan muda (ya...

Cara Mengambil Gambar Streetphotography

Banyak sekali contoh "street photography" yang dapat kita temukan di situs-situs internet, Flickr, dan dalam buku dan majalah. Tapi bagaimana caranya kita tahu foto itu bagus atau jelek? Dan bagaimana cara kamu menilai foto kamu sendiri? Mungkin kamu bisa meng-upload foto kamu ke facebook atau flickr atau lainnya dan melihat komentar dari teman-teman kamu, tapi apakah yang mereka katakan itu benar? Dan berdasarkan apa mereka memberikan komentar itu? Sebenarnya, kebanyakan kritikan tersebut bersifat subjektif. Dibawah ini adalah sepuluh kriteria tentang "street photography" yang bagus. Setelah kamu membaca artikel ini, lihatlah seberapa baik foto yang kamu ambil berdasarkan 10 aturan ini. 1. Didalam foto itu ada orang Coba lihat buku street photography, kamu dapat menemukan gambar burung merpati atau bangunan, bukan orang. Gambar ini sering di katakan sebagai 'still life '. Orang lainnya mengatakan itu adalah sebuah kontradiksi.  Foto ini mungkin sa...

Tomistoma Survey: Menyusuri Kapuas dan Leboyan

Danau Sentarum, adalah salah satu taman nasional Indonesia yang berlokasi di daerah perhuluan Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Pertama kali saya melihat secara langsung salah satu danau terunik di dunia ini sekitar November 2015. Saat melihat secara langsung tersebut, terbersit cita-cita di benak saya untuk mengunjunginya. Allah Sang Maha Pendengar mengabulkan cita-cita saya tersebut, tidak berapa lama selang dari terbang di atas danau, saya berkesempatan membelah air danau sentarum dari atas speedboat bertenaga 30 pk. Berikut adalah cerita perjalanan tersebut. Pemandangan Danau Sentarum dari Bukit Tekenang Perjalanan dimulai dari Pontianak dengan anggota terdiri dari Imanul Huda, Hari Prayogo dan Janiarto Paradise. Kami berkumpul di pool Damri Pontianak. Seperti jadwal biasanya, bus berangkat pada pukul 19.00 menuju Sintang. Perjalanan malam hanya menyajikan pemandangan gelapnya tepian jalan yang hanya kadang-kadang berhias lampu rumah masyarakat. Sisanya hanya sem...

Mie Ayam Keraton, Kemang

Saya sudah beberapa kali dengar tentang Kemang sebagai pusat kuliner Jakarta, hal ini langsung saya buktikan sendiri saat pertama kali datang ke Kemang. Kunjungan pertama saya adalah ke restoran Locarasa yang menyajikan resep-resep makanan bule dengan cita rasa Indonesia. Tapi kali ini saya tidak membahas tentang Lokarasa, kali ini saya ingin berbagi tentang kuliner kaki lima di sekitar kemang. Kuliner ini berada di pertigaaan jalan tidak jauh dari Favehotel Kemang (sekitar 25 meter). Di pojok kuliner ini terdapat beberapa gerobak makanan yang beranekaragam, ada yang menjual martabak manis, warteg, jus buah, kopi, dan mie ayam. Sebagai penggemar masakan mie, saya tergoda untuk merasai mie ayam di pojok kuliner kemang tersebut. Mie ayam keraton, demikian tag line yang tertulis di bagian depan gerobak tersebut. Nama yang menjanjikan, mungkin abang penjualnya punya resep mie ayam dari keraton. Setelah memesan, tidak butuh waktu lama bagi mas penjualnya untuk menghadirkan mie ayam kerat...

Kesegaran Kecombrang di Heart of Borneo

Jauh dari arus kendaraan yang mengental di banyak titik, hiruk pikuk pasar laksana sarang lebah. Salah satu wilayah kerja saya berada di kawasan jantung Kalimantan, atau sering disebut sebagai Heart of Borneo. Seperti pada kegiatan-kegiatan sebelumnya di desa Tanjung, pagi kami disambut pemandangan bentangan Bukit Belang yang kadang bersih dan kadang berhias kabut putih.  Sarapan pagi bukan hal yang umum di desa Tanjung, namun berhubung ada tamu, empunya rumah memasak pagi-pagi untuk menghibur kami. Sebenarnya saya sendiri merasa sungkan, tapi lebih baik sungkan daripada sakit, kan? Disamping nasi dan lauknya, pagi itu perhatian saya tersita oleh sayuran berwarna merah mirip bunga yang dicincan. Ternyata sayur yang saya lihat itu memang bunga yang dicincang bersama tangkai tanamannya. Setelah menanyakan dan tahu nama tanamannya, saya langsung mencobanya. Pada kunyahan pertama, saya langsung menyukai sayuran tersebut. Antara pedas, segar dan wangi. Rasa yang membuat saya ketagihan...

Refreshing dan Camping di Bukit Wangkang, Kubu Raya

Camping bagi saya sendiri seperti sebuah tombol refresh dari kehidupan sehari-hari dengan berbagai kesibukannya. Namun tentu saja kegiatan ini akan asik sekali kalau dilakukan beramai-ramai, untuk saya yang menurut beberapa test termasuk orang yang ekstrovert. Alhamdulillah kesempatan untuk camping ramai-ramai itu datang juga, saat sedang ngumpul di sekretariat Mapala, salah satu anggota yang sedang ngumpul memberitahukan bahwa mereka berencana untuk camping di bukit Wangkang yang terletak di Kabupaten Kubu Raya. Bukit yang baru beberapa bulan belakangan saya dengar namanya, dan memang ingin juga saya mengunjunginya. Baca juga: 8 Alasan Ilmiah Kenapa Anda Harus Lebih Banyak Berkegiatan di Alam Bebas Ramai-ramai di Batu sekitar Puncak Bukit Wangkang Singkat cerita, sabtu tanggal 28 Mei 2016 kemarin kami berangkat menuju Bukit Wangkang. Rencana awal untuk berangkat pukul 9 tertunda hingga beberapa jam. Sekitar pukul 13.30 kami berangkat dari sekretariat, awan hitam menggantung di...

Hiking Ternyata Bisa Membuat Otak Manusia Lebih Kreatif

Tanpa melihat hasil-hasil penelitian para ahli, kita semua mungkin percaya bahwa tracking melintasi hutan atau mendaki gunung bisa membersihkan pikiran negatif, tubuh dan jiwa. Namun demikian, sekedar informasi untuk anda, penelitian serius tentang hal itu telah dilakukan, dan hasilnya, hiking memang bisa merubah otak kita menjadi lebih baik. Penelitian ini adalah sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences yang menemukan bahwa menghabiskan waktu di alam bebas dapat menurunkan pikiran negatif dengan margin yang signifikan. Kegiatan Pendakian Gunung Untuk melakukan penelitian ini, peneliti membandingkan catatan kecemasan peserta yang menjelajah di lingkungan perkotaan dan lingkungan alam. Mereka menemukan bahwa orang-orang yang berjalan selama 90 menit dalam lingkungan alam melaporkan tingkat kecemasan yang lebih rendah dan mereka juga mengalami penurunan aktivitas saraf di korteks prefrontal subgenual, area otak yang berhubungan ...

Ngetrack ke Riam Pelabuh Kuduk, Nanga Sangan, Kapuas Hulu

Ada banyak olahraga di dunia ini yang menurut saya keren, namun biasanya olahraga tersebut butuh biaya yang agak besar. Dua olahraga yang menurut saya sangat menarik adalah diving dan mountainbike, namun rasanya saat ini kantong belum mampu untuk mendukung kedua olahraga tersebut. Setelah cukup lama mondar-mandir surfing di internet, pilihan saya kembali ke olahraga yang sedari kecil menjadi olahraga favorit saya, lari alias jogging. Baca juga: Tracking dan Berinteraksi dengan Alam Bebas Jogging, Walking dan Hunting di Kampus Biodiversitas Jogging 31+ di Bumi Uncak Kapuas Seorang dosen saya pernah bertanya kepada saya tentang olah raga apa yang sering saya lakukan. Sederhana saja jawaban saya, Jogging. Dan beliau berkomentar, itulah olahraga yang paling murah, tapi tetap menyehatkan. Namun murah tidak berarti gratis, karena tetap ada yang harus dibeli, yaitu sepatu. Untuk mendukung olah raga lari itu saya membeli satu sepatu running. Tentang sepatu lari ini akan saya ceritaka...

Latihan Grasstrack Sirkuit Lokajaya Boyan Tanjung

Para Pembalap siap beraksi Sekitar pukul 14.30 kami berangkat dari Nanga Sangan menuju Mujan (pusat kecamatan Boyan Tanjung) menggunakan Hillux pak Sekdes. Tentu saja perjalanan ini jauh lebih santai, karena saya duduk diatas jok yang sangat empuk, batu-batu dijalan tidak terlalu terasa. Setelah mengantar belian pak Camat, pak Sekdes mengambil trail miliknya yang dititipkan di sebuah bengkel. Selanjutnya kami meluncur ke sirkuit yang letaknya ke arah barat dari simpang boyan. Lokasi sirkuit grasstrack boyan Tanjung bernama Sirkuti Lokajaya, berada sekitar 300 meter dari jalan raya. Untuk menuju sirkuit tersebut kita akan melalui jalan perkerasan tanah merah melewati perkebunan karet masyarakat. Saat kami tiba di jalan masuk sirkuit, puluhan motor berjejer di tepi jalan dan menjadikan jalan masuk tersebut sempit. Mobil pak Sekdes yang saya tumpangi kesulitan untuk masuk, sehingga kami harus meminggirkan motor-motor tersebut untuk bisa lewat. Sampai di tepi lapangan sirkuit, sud...

Solo Riding ke Nanga Sangan

\ Bermotor sendirian menempuh jarak yang lumayan jauh memang sudah biasa saya jalani, tapi untuk jalan yang baru pertama kali saya tempuh sendiri tetap mengundang sensasi sendiri. Tapi sensasi tersebut cenderung ke rasa khawatir dan was-was. Seperti perjalanan saya hari kamis lalu menuju desa Nanga Sangan, Kecamatan Boyan Tanjung. Berhubung teman sekantor sedang mengunjungi daerah lain dan teman yang satunya lagi sudah pulang ke Pontianak, jadilah saya jalan sendirian. Pukul 14.00 saya berangkat dari kantor di Kota Putussibau. Setelah membeli bensin, saya langsung melaju menuju tempat tujuan melalu jalan raya Lintas Selatan Kapuas Hulu. Jalan raya Lintas Selatan Kapuas Hulu cukup mulus, hanya beberapa jembatan yang sedang diperbaiki sehingga motor harus dikurangi kecepatannya. Selain dari itu adalah sedikit bagian jalan yang turun dan menjadi gerutuk. Secara keseluruhan, perkiraan saya, jalan yang kurang mulus tidak lebih dari dua persen. Itupun hanya kurang mulus, bukan berbatu-...

Antara Manusia, Momen dan Kamera

Saat ini hampir semua orang memiliki handphone, dan hampir semua handphone saat ini dilengkapi dengan kamera. Kesimpulannya, hampir semua orang memiliki kamera. Tidak sedikit juga orang yang memiliki kamera yang memang khusus kamera, baik poket maupun DSLR. Tujuan semua kamera adalah untuk mendokumentasikan momen yang terjadi disekitar kita, agar momen itu dapat direkam dan bisa kita lihat sewaktu-waktu di masa depan. Namun, saat ini saya melihat sebuah keanehan dalam hubungan antara manusia, kamera dan kejadian atau momen yang dialaminya. Saya melihat keanehan tersebut terjadi pada diri saya sendiri pada saat malam takbiran tahun lalu. Malam itu saya bersama istri dan beberapa teman menyusuri tepian sungai kapuas untuk menikmati atraksi meriam karbit yang memang rutin dilaksanakan setiap malam takbiran. Malam itu, mungkin puluhan meriam dinyalakan, sepanjang malam hingga menjelang subuh langit kota pontianak bergetar karena bunyinya. Cerita lebih lengkap tentang meriam ini bisa di b...