Skip to main content

Posts

Penggemar Film Dokumenter dan National Geographic

National Geographic, siapa yang tidak tahu dengan nama besar ini. Beberapa tahun belakangan nama ini semakin umum terdengar dan terlihat, tapi sepertinya lebih sering terlihat di kaos-kaos atau jaket yang dipakai banyak orang. Walaupun sebenarnya National Geographic tidak memproduksi kaos mereka untuk dijual, biasanya anda hanya bisa mendapatkan kaos NG dari mengikuti suatu kegiatan tertentu atau karena anda berlangganan majalahnya. Jika anda ditanya apa National Geographic itu, saya yakin sebagian besar orang akan mengatakan NG adalah nama majalah, mungkin ada juga yang mengatakan itu adalah sebua stasiun televisi. Sangkaan tersebut adalah sangkaan yang tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Kenyataannya National Geogaphic memang menjadi merek dagang salah satu majalah petualangan dan penelitian di dunia, namun itu hanyalah satu dari sebuah organisasi yang sangat besar. National Geographic adalah sebuah institusi keilmuan dan pendidikan, komunitas non-profit ini mengambil ...

Pameran Taman Nasional Danau Sentarum, Mall Ayani Pontianak

Ada banyak tempat indah di dunia ini, salah satu yang sangat ingin saya kunjungi adalah danau yang cukup di kenal di seluruh dunia karena keunikan ekosistemnya, Danau Sentarum. Alhamdulillah sampai saat ini saya belum mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi danau tersebut, namun meskipun belum sempat mengunjunginya, Alhamdulillah saya sempat mengunjungi pameran tentang danau unik tersebut di salah tau pusat perbelanjaan di Kota Pontianak. Saya mengetahui adanya kegiatan pameran ini dari salah satu grup facebook yang menjadi salah satu media informasi tentang program-program kehutanan masyarakat. Pameran ini diinisiasi oleh Balai Taman Nasional Danau Sentarum dan melibatkan rekananannya yaitu PRCF Indonesia, WWF, Riak Bumi, Canopy Indonesia, YKJK, dan APPDS. Karena memang tertarik dengan danau tersebut, maka saya sempatkan untuk melihatnya. Bersama dinda, sore kemarin saya mendatangi pameran tersebut di mall Ayani Pontianak. Galeri Foto Pameran Taman Nasional Danau Sentarum (Kred...

Tragedi PETI Bengkayang

PETI - Pertambangan Tanpa Izin, adalah salah satu masalah lingkungan di Kalimantan Barat yang hingga saat ini belum menemukan solusi. Masalah PETI pada saat ini sepertinya tidak termasuk prioritas utama pemerintah untuk diselesaikan, padahal dampaknya di masa depan bisa menjadi sangat besar berhubungan dengan pelepasan Merkuri ke lingkungan. Telah umum diketahui merkuri bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang sangat fatal untuk manusia, bahkan bisa membuat gangguan hingga ketingkat gen. Namun, sepertinya memang harus ada kejadian luar biasa agar sebuah masalah besar dianggap besar, untuk kemudian dilupakan lagi saat semua orang sudah menganggapnya biasa. Area Tambang PETI di Kabupaten Bengkayang Bicara tentang kejadian besar terkait PETI, sekitar setengah bulan lalu telah terjadi sebuah bencana yang bisa dikatakan cukup besar. Saya sendiri sempat mendatangi tempat kejadian perkara pada tanggal 29 Agustus 2015 lalu. Sudah setengah bulan lewat, mungkin agak kadaluarsa ceritanya, t...

Musang di Halaman Rumah

Aroma wangi pandan pekat tercium di sekitar rumah, kami tertegun, beberapa saat kemudian ayam peliharaan kami menjerit seperti ada sesuatu yang menangkap lehernya. Dan memang demikian kejadiannya, ayam tersebut telah di terkam dalam gelap malam di dalam kandangnya. Hanya beberapa detik jeritan itu terdengar, kemudian hilang. Kejadian tersebut telah lama lewat, mungkin sekitar 15 sampai 20 tahun lalu. Tapi mungkin ada diantara rekan-rekan yang bertanya, apa yang menerkam ayam malang tersebut? Jika anda tahu apa arti dari wangi pandan yang tercium kuat sebelum kejadian penerkaman tersebut, tentu tahu siapa pelaku penerkaman tersebut? Yup, dia adalah musang. Musang adalah hewan nocturnal, sebagian dari jenis musang mengeluarkan aroma daun pandan yang pekat. Mereka memiliki kelenjar minyak yang mengeluarkan aroma wangi, seperti aroma kesturi yang dimiliki beberapa jenis rusa. Dua malam yang lalu, saat baru memasuki halaman rumah saya melihat ada beberapa hewan yang sedang bermain di at...

Bubur Pedas di Tepi Sungai Sambas

National Geographic dalam salah satu artikelnya menyatakan bahwa tahun 2015 adalah tahun terpanas dalam rekaman ilmuan dunia. Panas tersebut benar-benar saya rasakan saat melangkah di gertak (jalan tepi sungai terbuat dari kayu) di tepian sungai Sambas, kulit serasa pedas. Langkah kami percepat menuju rumah salah satu keluarga yang berada di tepi Sungai Sambas. Saat melewati salah satu rumah, empunya rumah keluar yang ternyata adalah teman dari bang Fari (abang ipar saya), kami pun singgah di rumah tersebut. Setelah beberapa menit ngobrol ngalur ngidul, kami ditawari untuk mencicipi  Bubur Pedas. Setelah menolak beberapa kali tawaran padahal mau, akhirnya kami terima juga tawaran tersebut. Selesai makan dan diskusi semi serius tentang batu-batu dan berakhir dengan bang Fari berhasil mengantungi beberapa batu, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah kakak bang Fari yang tidak jauh dari rumah yang barusan kami singgahi. Seorang laki-lagi setengah baya sedang merawat sampannya d...

Rujak Buah Asiang Singkawang

Sampai di Kota Singkawang, hujan gerimis sedang membasahi permukaan bumi. Rencana awal untuk makan Mie Kering Haji Aman di pending karena kami terlambat beberapa saat setelah mie kering di warung yang berada di dekat gerbang kota Singkawang itu habis. Meskipun perut sudah agak kosong, kami urung untuk turun mencari tempat makan. Namun, bagaimanapun perut harus tetap diisi. Kami menuju pusat kota dan kak Lia dan Bunda turun dari mobil, kali ini targetnya adalah rujak Singkawang yang berada di kawasan pasar. Penampakan rujaknya bisa anda lihat dibawah ini. Rujak Buah Asiang Singkawang Tempat penjualan rujak tersebut menggunakan gerobak, di gerobak tersebut tertulis "Asiang." Mungkin itu nama bapak penjualnya. Menurut saya buah yang digunakan masih sangat segar, ada bengkoang, nanas, sedikit ubi jalar, serta pepaya mengkal. Bumbunya menggunakan kacang yang digiling kasar, bumbu ini tampaknya kurang cocok untuk yang sedang sakit gigi. Bagian paling menarik dari rujak ini ad...

Sup Daging Kantin Bestari Mempawah

Alhamdulillah lebaran Idul Fitri tahun ini saya berada di kota kelahiran saya, Pontianak setelah dua tahun kemarin saya berlebaran di kampung orang di seberang lautan. Lebaran kali ini juga menjadi salah satu lebaran paling berkesan sejak saya paham apa itu Idul Fitri. Ada dua alasan kenapa lebaran ini berkesan, pertama adalah karena untuk pertama kalinya sejak lahir di Pontianak, saya menyaksikan langsung atraksi meriam karbit yang rutin di selenggarakan di tepian sungai Kapuas setiap idul Fitri, saya sudah menceritakannya di Dentuman Meriam Malam Takbiran . Alasan kedua adalah karena lebaran kali ini saya dan keluarga mengisi liburan Idul Fitri ini dengan kunjungan ke Kota Sambas. Meskipun sempat di pending dua hari karena ketiadaan mobil yang dapat disewa, akhirnya jadi juga kami ke Sambas. Kunjungan ke kota Sambas ini tidak hanya kami isi dengan silaturahmi, tapi kami sempatkan juga untuk berwisata kuliner serta mengunjungi objek-objek wisata yang terdapat di sekitar Sambas. Ba...